Tuhan,
Menjadi hambamu sangat melelahkan
Aku ingin menyapamu
Sebagaimana musa dipuncak Tursina
Tapi aku ingin kisah yang berbeda,
Aku ingin merintih dimalam hari
Sebagaimana Fir'aun meratapi takdirnya
Aku ingin pemutaran film yang sama
Asal Engkau yang menjadi sutradara 
Sekalian sebagai pemeran utama

Bila adam telah lahir
Maka sandiwara pun tiba

Tuhan,
Menjadi hambamu sungguh penasaran
Aku ingin menatapmu
Melihat wajah-Mu pada sehelai daun
Pada sebongkah batu yang sabar
Pada tikar sembahyangku
Pada kubah-kubah rumah ibadah
Di sela-sela puisi yang menaruh mistik
Di puncak gunung yang tunduk
Dalam belantara goa yang suntuk,
Di dalam belukar yang difitnah
Di dalam pusaran kopiku
Dan di dalam keindahan mayapada ini ..

Tuhan,
Menjadi hambamu betapa mendebarkan
Aku sungguh ingin mendengarmu 
Pada musyawarah burung-burung 
Pada geliat ombak yang pecah
Pada bisik angin yang patah
Pada lengkingan seruling tua
Di dalam tangis bayi yang lahir
Di dalam bising nyanyian trotoar
Dan di dalam rintik hujan yang tak basah

Tuhan,
Menjadi hambamu terlalu menegangkan 
Perjalanan ini begitu maha panjang 
Setiap langkah menuju mati
Satu kehidupan 
Tidak cukup untuk mencintaiMu
Kalau mati, hidupkan kembali
Tapi
Aku ingin kisah yang berbeda ....