Malam ini begitu sunyi dan penuh mistik.
Hanya ada aku dan kekasihku: sang kopi.

“Terima kasih telah menemaniku malam ini,” kataku.

“Terima kasih telah mencintaiku di seluruh malammu,” kata kopiku.

“Hahahaha... gombal kamu.

Aku tidak pernah mengerti apa itu cinta,
karena ia sungguh begitu misteri dan rahasia.
Tak mudah untuk memahaminya,
apalagi bertemu dengannya.”

Kopiku berkata padaku dan menasihatiku:

“Tabahkan hitamku,
rasakan pahitku dengan sabar,
sampai tampaklah olehmu keindahanku di matamu,
hingga kau rasakan betapa manisnya sabarmu.

Biarlah cinta bersembunyi
dan menjadi misteri,
sebab yang terlihat ini
semuanya palsu dan fana...”

Maka minumlah cinta dalam kopi.
Minumlah
dengan cara
tidak mereguknya...