1. Tuhan dan Amplop Kosong
Sufi:
Han, bisnismu di dunia sukses besar.
Sebagai maha pemilik saham,
Engkau dapat berapa persen
dari mereka
para makelar agama dan
penjual ayat-ayatMu?
Bagi dong!
Tuhan:
Fifty-fifty. Saya dapat amplopnya,
mereka ambil semua isinya.
Sufi:
(mau ketawa takut dosa 😁✌)
— Sufi Amplop
2. Ayat Pemersatu Umat Manusia
Sufi mesum:
Han, Engkau terlihat begitu
murung. Ada apa?
Tuhan:
Saya lagi galau.
Sudah ribuan nabi saya
turunkan ke muka bumi,
gagal semua. Manusia ribut terus.
Sufi mesum:
Coba turunkan bidadari,
trus suruh bikin bokep,
pasti umat manusia bersatu!
Heuheu.
— Sufi Mesum
3. Sufi Jomblo Minta Jodoh
Sufi Jomblo:
Han, boleh minta sesuatu?
Tuhan:
Sangat boleh. Minta lah,
aku pasti kukabulkan.
Sufi Jomblo:
Aku minta salah satu hambaMu
yang cantik dan sexy itu.
Tuhan:
Yang mana? Siapa?
Sufi Jomblo:
Itu lho. Yang itu.
Engkau kan maha tahu,
masa begitu saja tidak tahu.
Tuhan:
Heuheu... bercanda, masbro.
Aku sudah tahu tanpa kamu beri tahu.
Bahkan aku sudah tahu
sebelum kata tahu dan ada itu ada.
Ya okeh. Akan aku kabulkan.
Tapi ada syaratnya.
Soalnya yang kamu minta itu
Special Limited Edition.
Sufi Jomblo:
Iho pakai syarat?
Ya sudah, apa syaratnya?
Tuhan:
Sanalah kamu ngaca dulu. Heuheu...
Sufi Jomblo:
Asu... taghfirullah...
— Sufi Jomblo
4. Ingat, Tuhan Tidak Beragama
Sufi Amatir:
Han, mau nanya. Boleh?
Tuhan:
Boleh. Dipersilahkan dengan hormat!
Sufi Amatir:
Kalau saya mengkritik agamaMu
Engkau akan marah dan murka ya?
Tuhan:
Lho, memangnya saya punya agama?
(sambil tepok maha-jidatNya)
— Sufi Amatir
5. Tuhan Maha Santuy
Sufi Marxis:
Han, kira-kira kalau saya
mengkritik atau menghinaMu,
apakah Engkau akan
merasa tersinggung,
marah lalu memukulku?
Tuhan:
Tentu saja tidak, masbro.
Masa hanya gara-gara begitu
saya tersinggung dan marah. Silahkan.
Saya ini kan Rahman-Rahim,
lagi mana santuy. Heuheu.
Tapi.
Sufi Marxis:
Tapi apa, Han?
Tuhan:
Saya tidak tanggung jawab
kalau ada hamba-hambaku
yang ngamuk dan mencabut nyawamu!
Heuheu.
— Sufi Marxis
6. Dan Tuhan Pun Curhat
Sufi Alay:
Han, Engkau terlihat kecewa dan sedih.
Apa yang terjadi?
Tuhan:
Tidak apa-apa.
Aku hanya kesepian.
Sufi Alay:
Maksudnya? Bukankah setiap hari
hamba-hambaMu di dunia sibuk
memuji dan menyembahMu?
Tuhan:
Kelihatannya memang iya.
Tapi hakikatnya, tidak.
Sufi Alay:
Iya kah?
Tuhan:
Mereka memang memujiku,
memanggil-manggil namaKu,
menyembahKu, tapi semua itu modus.
Mereka melakukannya demi
nafsu mereka, demi dunia, demi pahala,
demi surga, demi bidadari
dan seterusnya. Sedih... Hiks...
Sufi Alay:
O... Kasihan betul Engkau wahai Tuhan, sayang.
Sini saya peluk.
Cup cup cup...
— Sufi Alay
7. Tak Ada Yang Mengenal Tuhan Selain Tuhan
Netizen:
Han, apakah orang semacam
Hallaj itu Anda masukkan ke neraka?
Tuhan:
Sama sekali tidak. Salah dia apa?
Netizen:
Lho, dia kan ngaku-ngaku jadi Tuhan?
Teriak-teriak Ana al-Haq.
Akulah Tuhan. Akulah Kebenaran.
Tuhan:
Itu kan karena anda belum paham.
Anda sok tahu. Sok merasa benar sendiri.
Apakah anda tahu siapa manusia
yang paling benar
anggapannya tentang saya?
Netizen:
Siapa ya?
Tuhan:
Tak ada. Semuanya asal tebak saja kok.
Tapi semuanya saya maafkan.
Karena saya tahu, kalian takkan sanggup
memahaminya. Saya saja memaafkan
kok anda main vonis saja? Untung tidak saya blokir akun anda!
Netizen:
Jangan dong, Tuhan. Hehe.
— Sufi Digital
Catatan: Semua peristiwa dalam dialog ini hanya ada dan terjadi dalam imajinasi kepala saya. Kalau ada peristiwa-kejadian yang kebetulan benar-benar terjadi di dunia nyata, itu hanya kebenaran saja, eh, maksudnya kebetulan. piis!
