Selasa, 16 Juli 2019

Renungan Jamban

Apa kabar wahai diriku sendiri?
Jangan terburu-buru menjawabnya wahai diriku.
Ini bukan pertanyaan basa-basi,
seperti saat kau bertemu kawan-kawanmu
Jangan tergesa-gesa meresponnya duhai diriku
Renung-renungkanlah sejenak dulu
Satu dua tiga atau tujuh menit kalau perlu.

Apa kabarmu?
Yang aku tanyakan bukan sekedar kabarmu
Aku tanya apa kabar kesehatanmu?
Apa kabar jasmani dan ruhanimu?
Apa kabar lahir dan bathinmu?
Apa kabar dunia dan akhiratmu?
Apa kabar keluargamu?
Apa kabar tetanggamu?
Apa kabar negaramu?
Apa kabar agamamu?
Apa kabar pekerjaanmu?
Apa kabar syahadatmu?
Apa kabar mereka wahai diriku?

Apa kabar ramadhanmu?
Kau isi dengan apa ramadhanmu?
Dengan kewajiban atau pelanggaran?
Dengan cahaya atau kegelapan?
Dengan rahmat ataukah laknat?
Dengan keyakinan atau kepura-pura-an?
Dengan kesungguhan atau hanya kau anggap sebagai mainan?
Dengan merahasiakan atau mempertontonkan?
Dengan apa wahai diriku?

Apa kabar puasamu, wahai diriku?
Masihkah ia sekedar lapar dan haus belaka?
Masihkah bukamu balas dendam nafsu semata?
Apa kabar semua panca indramu?
Masihkah mata-telinga-hidung-mulut-perut-kaki-tangamu tidak engkau puasakan,
Berpuasa dari segala yang tidak diridhoiNya?

Apa kabar hati dan pikiranmu?
Masihkah ia kotor, kerdil dan pelupa?
Lupa menghubung kepada Tuhan
Apa kabar kebaikanmu?
Masihkah ia engkau ungkit-angkuhkan?
Masihkah ia engkau sebut-sebut-banggakan?
Lalu apa kabar keburukanmu?
Masihkah ia engkau remeh-sepelekan?
Masihkah ia engkau terus-lanjutkan?
Apa kabar dosa-dosamu?
Masihkah ia engkau tidak taubat-nasuha-kan?
Sampai kapan wahai diriku?

Apa kabar ibadah-ibadahmu?
Masihkah pahala dan surga sebagai tujuan utamanya?
Masihkah takut murka dan siksa neraka sebagai alasannya?
Trus kapan Tuhan sebagai niat dan tujuan sejatimu?
Kapan Cahaya Muhammad sebagai penolong abadimu?
Kapan wahai diriku sendiri?

Apa kabar saudara-saudaramu?
Masihkah ia engkau riset kekurangan-kelemahannya?
Masihkah ia engkau gosip-show-kan aib-kesalahannya?
Masihkah ia engkau benci dan jadikan sebagai musuhmu?
Trus kapan engkau meneliti-mengecek cacat dirimu?
Kapan engkau punya waktu bercinta dan bermesraan dengan sesama ciptaanNya?
Kapan wahai diriku?

Apa kabar indonesiamu?
Masihkah engkau mengkritik busuk pemerintahnya?
Masihkah engkau mengutuk bobrok pejabatnya?
Trus kapan engkau memuji perjuangan mereka?
Kapan engkau mendoakan kebaikan mereka?
Kapan wahai diriku?

Apa kabar agamamu?
Masihkah engkau berdebat urusan fiqhinya?
Masihkah engkau menyalahkan mereka yang berbeda?
Masihkah engkau mengkafir-kafir-sesatkan selainmu?
Masihkah engkau trus bertengkar karena agama?
Masihkah engkau trus berperang atas nama Tuhan yang ada di konsep kepala dan duburmu?
Sampai kapan wahai diriku? Sampai kapan?

Apa kabarmu wahai saudaraku?

0 komentar:

Posting Komentar

Cermin

Cermin
 
© Copyright 2035 Jaahil Murokkab