Rabu, 08 Juli 2020

Kuburan Indonesia

Indonesia telah mati, konon katanya
Bangsa yang besar itu telah habis riwayat hidupnya
Negara yang raksasa perkasa itu telah tutup usia
Kerajaan garuda itu telah ditelan kuburannya

Namun,
tak ada yang tahu persis kapan dan di mana dia meninggal dunia,
media massa sepertinya tutup mulut serentak,
bungkam dan tumben kompak berpuasa,
tampaknya sama sekali tidak tertarik untuk meliput dan memberitakannya. Kelihatannya wartawan memang sengaja tutup mata tutup telinga tutup hidung demi menghindari kabar dan bau kematiannya.
Akhirnya Indonesia tewas dalam keadaan rahasia yang menggenaskan.

Penyebab kematiannya pun tidak dapat diketahui,
“mungkin karena serangan jantung”, kata seseorang.

“Boleh jadi karena dibunuh oleh perampok di rumahnya”, bisik yang lain.

“Atau bisa juga gara-gara diterjang amuk tsunami, ditikam banjir, ditembak angin puting beliung”, gerutu yang lain.

“Barangkali dikeroyok longsor, ditawur sama anak-anak SMK,
diaborsi oleh ibunya yang masih mahasiswa, ditumbal keluarganya sendiri, dikorban dan diinjak-injak oleh supporter sepak bola”, sahut yang lain.

“atau mungkin ia ditampar erupsi abu vulkanik gunung berapi, dilindas kereta api, ditabrak gara-gara foto selfi, atau dimakan oleh kawanan pejabat yang kanibal”, komentar seseorang dari belakang. Wallohu a’lam

“Tapi ada juga yang bilang kalau matinya itu karena bunuh diri”, sambung yang lainnya.
“Bisa jadi, tapi kalau memang beliau meninggal dunia karena bunuh diri,
terus bunuh dirinya kenapa? Alasannya apa? Apa sebabnya?”, Lanjut yang lainnya.

“Mungkin karena Indonesia stress, depresi,
akhirnya gangguan jiwa lalu memilih gantung diri, minum racun, atau menembakkan peluru ke batok kepalanya. Kan banyak jalan menuju mampus”.

“Ah, kalau menurut indra ke enam saya,
peristiwa yang sebenarnya tidak begitu.
Indonesia itu tidak mati alias masih hidup dan masih bernafas.
Dia itu kan sakti mandraguna, pendekar silat,
bertapanya sekian abad, menguasai semua jenis macam ilmu:
mulai dari ilmu malaikat sampai ilmu iblis semua sudah disarjanai oleh indonesia.
Dia itu professor kebathinan, doktor ilmu ghaib,
bisa komunikasi dengan siluman dan kerabat-kerabatnya,
jin dan tuyul saja bisa disuruh-suruh, makhluk halus dinikahi, setan dilawan tawuran bahkan dijadikan hiburan di layar televisi,
dia juga bisa mengusir dan memanggil hujan, bisa tau angka dadu dan nomor togel, mampu berjalan dia di atas air, punya ilmu menghilang, sampai Tuhan pun bisa ditipu dan dimain-maini. Pokoknya Indonesia itu sangat amat tangguh dan tak mungkin bisa mati dengan mudah apalagi dibunuh begitu saja.”

“Kalau menurut mata bathin saya, jangan-jangan ..
dia itu hanya sedang meraga sukma, lalu orang-orang menyangka dia mati, lantas diinna lillahi, dimandii, dikafani, disholati, terus dikebumi”.

Ya,
mungkin ya mungkin juga tidak ya, siapa yang tahu?

(tiba-tiba seseorang menjerit-jerit,
Meronta-ronta, sepertinya dia kesurupan);
“hmm…. dimana kuburanku?!”

Kalian mau tahu?
Kalian benar-benar mau tahu?
Bersungguh-sungguhkah ingin tahu?

Cari kuburanku di hati rakyat jelata,
Cari kuburanku di hidup orang-orang yang tertindas
Cari kuburanku di sakit orang-orang yang dicuri tanah airnya,
Orang-orang yang ditipu, dimanipulasi, direkayasa,
Disepelekan, direndahkan, diperhinakan, diinjak-injak martabatnya!

Carilah di desa-desa terpencil, di kolong jembatan, di tempat-tempat kumuh,
Dalam tangis orang-orang pinggiran, pada nyanyian pilu para gelandangan,
pada kaki-kaki dan lidah pengemis jalanan,
Jangan cari di istana negara, jangan cari di gedung-gedung mewah, Jangan cari di televisi berwarna, jangan cari aku di mulut koran-koran,

Temukan kuburanku pada airmata ibu pertiwi!
Temukan kuburanku di tumpah darah leluhur yang dilupakan!
Temukan kuburanku di liang lahat orang-orang yang terbuang!
Temukan aku di daftar deretan orang-orang hilang!

“Aku indonesia,
Mayatku ada di situ!”

Dirja Wiharja

0 komentar:

Posting Komentar

Cermin

Cermin
 
© Copyright 2035 Jaahil Murokkab